Rabu, 18 Mei 2016

CARA MENANAM BEGONIA DENGAN METODE VEGETATIF

Hai sobat, kali ini saya akan menjelaskan tata cara memperbanyak begonia dengan metode vegetatif. Keunggulan dari metode vegetatif yaitu dapat memperoleh anakan baru dalam waktu relatif singkat dan anakan yang di hasilkan akan memiliki sifat sama dengan sang induk.
Dalam pengaplikasiannya begonia dapat diperbanyak melalui stek batang, stek pucuk, dan stek daun, serta pemisahan anakan dan perbanyakan umbi.  Berikut beberapa cara perbanyakan secara vegetatif yang umum dipraktekan.



Stek Batang Atau Pucuk Dengan Media Padat

Siapkan batang begonia sepanjang kurang lebih 30 cm. Dari situ batang dapat dibagi 2-3 bahan perbanyakan di masing-masing 10-15 cm, tergantung ruas tunas tanaman.

 Potong melintang batang, 0.5-1 cm dibawah ruas. Sisakan 2-3 daun teratas saja untuk mengurangi penguapan. Gunakan pisau steril sebagi alat bantu potong.

Siapkan pot berisi media tanaman sesuai kebutuhan. Siram secukupknya.

Oleskan zat perangsang akar (misalkan Rapid root plus) pada bekas potogan.

Tanam 2-3 bagian pucuk dan potongan batang lain pada media agar tampak rimbun.

Tempatkan di lokasi teduh. Dalam 15-30 hari tanaman akan tampak mulai segar kembali.


Stek Batang Atau Pucuk Dengan Media Air

Siapkan sosok begonia sehat yang hendak diperbanyak.

Potong bagian ruas tanaman. Pastikan di bagian atas bahan tanaman masih terdapat ruas tunas lain.

Rendam potongan dalam air bersih di gelas mineral. Pastikan tinggi air tak mencapai ruas atau daun.

Letakan atau gantungkan wadah di tempat teduh. Usahakan air dalam posisi stabil.

Pindahkan hasil stekan ke dalam pot atau polybag bermedia padat bila akar telah terbentuk.



STEK DAUN 

Cara perbanyakan dengan stek daun kerap diterapkan pada begonia yang memiliki daun tebal dan mengandung banyak air, seperti Begonia rex. Stek daun dapat dilakukan dengan menggunakan irisan daun atau daun utuh.


Tahap Menggunakan Irisan Daun

Siapkan daun dari tanaman yang sehat dan tumbuh normal.

 Potong daun mulai dari pangkal menjadi 4-5 bagian membentuk segitiga.

 Pastikan terdapat pembuluh daun di setiap potongannya.

Tanam potongan pada media dengan posisi agak miring.

Dalam kurun waktu 2-3 minggu akan tumbuh tunas-tunas dari pangkal daun.

Perlahan irisan daun akan layu. Pindahkan tunas satu persatu ke dalam pot.


Tahap Menggunakan Daun Utuh

Potong daun di bagian tangkai daun. Sisakan panjang tangkai 4-5 cm.

Tanam daun ke dalam wadah berisi media. Lalu tutup dengan plastik transparan. Untuk menjaga kelembabannya, siram media sesekali waktu.

Buka plastik jika tunas sudah tumbuh di bagian pangkal daun. Pindahkan ke pot bila tunas sudah kuat.


Hasil anakan dari stek daun jika penyetekan daun berhasil, anakan akan muncul dari ujung pangkal daun dengan jumlah cukup banyak.  Seiring bertambah banyak dan tumbuh suburnya daun muda, lambat laun irisan daun setekan akan melayu. Lekas pecah dan pindahkan anakan ke pot plus media yang sesuai.




Baca Juga :

Cara Menanam Begonia Dengan Metode Generatif

CARA MENANAM BEGONIA DENGAN METODE GENERATIF

Hai sobat hobies apa kabar? Kali ini saya ingin menjelaskan cara menanam begonia yang cantik dalam pot dengan cara menyilangkan serbuk sari begonia (generatif).
Tak ada ketentuan khusus dalam penanaman dan pemeliharaan begonia, yang penting lingkungan tumbuh sesuai dan mendukung pertumbuhannya dalam jangka pendek atau panjang.

Ada beberapa cara untuk membudidayakan begonia yang masing-masing mengandung kelebihan dan kekurangan, diantaranya yaitu dengan metode generatif dan vegetatif. Namun, Kali ini saya akan menjelaskan dengan metode generatif.

Metode Generatif

Perbanyakan dengan metode generatif diterapkan pada begonia berbunga yang menghasilkan buah, kelebihan metode generatif yaitu dapat memperoleh begonia dengan mutasi yang unik apalagi sekali perbanyakan bisa menghasilkan hingga ratusan bibit, kekurangan dari metode generatif yaitu memerlukan waktu yang cukup lama sekitar 3 bulan sejak masa penyemaian.


Cara menyilangkan begonia 


Siapkan induk begonia yang di kehendaki. Ambil serbuk sari masak berwarna kuning pada bunga jantan (memiliki 2-3 tenda bunga dan terdapat benang sari) dengan menggunakan cotton bud. 

Tempelkan serbuk sari ke kepala putik pada bunga betina (mempunyai 2-5 tenda bunga dan bakal buah). 

Sungkup bunga dengan kantong plastik transparan yang telah diberi sedikit lubang, ikat. Penutupan bertujuan untuk mencegah perkawinan alami dari bunga lain dan menjaga kelembaban.

Bila berhasil akan terbentuk buah. Lepaskan plastik secara perlahan.

Buah yang telah masak dan mengering harus segera dipanen.

Keringkan bunga begonia yang telah di panen selama kurang lebih 2 minggu.

Sebar biji di atas wadah bermedia, lalu masukan kedalam ruang gelap selama 2 minggu.

Setelah berkecambah, lakukan penjarangan dengan memindahkan satu persatu bibit ke kolom tray menggunakan pinset.

Setelah sebulan, siapkan pot kecil plus media tanam. Siram media dengan air.

Pindahkan bibit ke dalam pot, ikut sertakan medianya.

Isi 2-3 bibit dalam 1 pot agar kelak tanaman tampak rimbun.

Tempatkan tanaman di lokasi teduh. Hindari penyiraman di awal penanam untuk meminimalisir terjadinya pembusukan.



Pilihlah bibit yang berkualitas prima, juga peralatan yang digunakan pun bersih/steril dan sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara pukul 09.00-10.00 di lingkungan yang berhawa sejuk (600 mdpl).



Baca Juga :

Cara Menanam Begonia Dengan Metode Vegetatif

Senin, 02 Mei 2016

Cara Menanam Cabe Rawit Merah

Siapa yang tidak mengenal cabe rawit? Dapat dipastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia mengenal varietas cabe yang satu ini. Ciri khas cabe rawit merah yaitu ukurannya yang relatif kecil namun mempunyai rasa pedas yang luar biasa. Semakin mahalnya harga cabe rawit di pasaran membuat cabe ini menjadi semakin berharga untuk didapatkan. Namun, pembaca tidak perlu khawatir dengan mahalnya harga cabe karena penulis akan memaparkan cara menanam cabe rawit merah yang tepat. Bagi pembaca yang halaman rumahnya tidak begitu luas dapat mencoba berkebun cabe rawit setelah mempelajari cara menanam cabe merah baik itu dalam  pot atau dalam polibag.
Berkebun Cabai Merah Rawit
Berkebun Cabai Merah Rawit
Sebelum memulai cara berkebun cabai merah rawit, pembaca perlu untuk memilih biji cabe rawit yang berkualitas. Pemilihan biji cabe dimulai dengan memilih buah cabe yang sehat alias tidak terlihat sakit. Setelah dipilih, kemudian buah cabe disayat untuk mengeluarkan bijinya. Biji cabe yang telah diambil kemudian dijemur selama tiga hari dengan tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Setelah tiga hari, saatnya melakukan proses persemaian biji cabe rawit.
Proses persemaian cabe rawit diawali dengan merendam biji cabe rawit di air hangat selama setengah jam, kemudian dilanjutkan dengan merendamnya dalam larutan perangsang akar selama sehari semalam. Biji cabe yang terlihat mengapung segera dibuang karena tidak akan dapat tumbuh dengan optimal. Biji yang lolos seleksi dibungkus kain basah selama sehari semalam. Sebagai wadah semai, pembaca dapat menggunakan bak plastik dan pada bagian dasarnya diberi lubang berdiameter 10 cm. Sebagai media semai, campurkan pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1: 1 dan disiram dengan cairan perangsang akar.
Wadah dan media semai yang telah siap dapat segera digunakan untuk menyemai biji. Cara menanam cabe rawit melalui proses persemaian yang dilakukan satu per satu dengan diberi jarak antar biji supaya saat telah siap untuk ditanam di pot, benih dapat dicabut dengan mudah. Setelah disemai, bagian atas wadah yang terbuka ditutup dengan plastik tipis untuk menghindarkan biji dari gangguan. Media semai dijaga kelembabannya dengan menyiramnya dengan air secukupnya dan ditempatkan di lokasi yang teduh. Setelah biji cabe rawit tumbuh dan mempunyai sekitar empat helai daun yang baik, bibit cabe dapat segera dipindah ke pot. Saatnya pembaca memulai cara menanam cabe rawit di halaman rumah yang prinsipnya sama saja dengan cara menanam cabe merah di polibag atau di dalam pot.
Sebelum dilakukan proses penanaman, perlu untuk menyiapkan media tanam yang mempunyai fungsi sebagai pendukung pertumbuhan tanaman. Media tanam untuk cabe rawit yaitu campuran tanah gembur, pupuk kandang, dan ditambah dengan kompos dengan perbandingan 1: 1: 1 yang kemudian dimasukkan ke dalam pot berdiameter sekitar 30 cm. Media tanam harus sudah siap sejak 14 hari sebelum dimulainya proses penanaman. Satu minggu sebelum penanaman, media tanam disiram dengan larutan perangsang pertumbuhan tanaman. Setelah media tanam siap, saatnya melaksanakan cara menanam cabe rawit ataupun menanam cabe merah dalam polybag.
Cara menanam cabe rawit yang benar yaitu diawali dengan memilih bibit cabe rawit hasil semai yang kualitasnya baik, yaitu yang telah mempunyai daun minimal 4 helai sempurna. Bibit dicabut dari media semai dengan hati-hati supaya akar bibit tidak rusak. Pada media tanam di pot dibuat lubang dengan ukuran yang sedikit lebih besar dibanding dengan bibit. Masukkan bibit ke dalam lubang dengan memadatkan daerah sekitar akar supaya bibit dapat tumbuh dengan baik, dan siram dengan air secukupnya. Demikianlah cara menanam cabe rawit, semoga dapat bermanfaat.